RSS

Kamis, 26 Mei 2016

Geolughan Salang

“ Geolughan Salang “ 


Ketika sebuah cinta suci di nodai dengan sebuah dusta yang membuatnya hancur bagaikan kumpulan awan yang terbawa oleh angin badai. Menjadi setetes air yang jatuh ke tanah, berliku-liku perjalanan yang dia lewati. Begitu banyak bebatuan yang menghadangnya, tetapi dia tetap mengalir dengan tulusnya. Kepkecewaannya tak bisa ia ungkapkan, membatu dalam hatinya. Berpura-pura seakan keadaan itu baik-baik saja, seperti tidak ingin memperlihatkan kepedihannya kepada orang yang tak berdosa. Berlalunya waktu yang dia habiskan dengan sepi, membuatnya sadar bahwa yang sudah dia lakukan hanya menyiksanya saja. Merasa tidak diberikan keadilan dan di anggap angin lalu, itu yang dia rasakan. Waktu yang dihabiskannya membuat dia berfikir bahwa dia tidak bisa melakukan hal bodoh itu lagi. Ketulusan dan kesetiaanya hanya di balas dengan dusta. Tidak sebentar waktu yang dia korbankan untuk mempertahankan cinta sucinya. Tetapi waktu berkata lain, dia hanya akan merasa ketidak adilan dan kekecewaan atas ketulusan dan kesetiannya. Seiringnya waktu dia mulai berubah dan berfikir bahwa cinta suci tidaklah hanya untuk sesosok pangeran yang dia puja tetapi mendustainya. Kegagalan itu sempat membuatnya buta akan sebuah kepercayaan yang telah menghancurkan dirinya. Bertahun-tahun dia menutup dirinya untuk dapat mencoba hal baru. Kekecewaan atas dusta itu membuatnya tidak mudah untuk membuka diri dan mencoba hal yang dapat membuatnya lebih baik. Di saat senja yang sepi terlintas difikirannya bahwa ada yang mengganjal dalam hatinya, dia merasa begitu sepi. Dalam hatiya dia bedo’a semoga apa yang telah dia korbankan akan berbuah manis dan mendapatkan keadilan atas ketulusannya. 

 Dibalik apa yang sudah ia alami ternyata Tuhan memang merencanakan sesuatu hal yang begitu besar. Tuhan memberinya sosok yang selalu membuatnya mengerti apa arti sebuah kehidupan. Sosok itu bukanlah pangeran ataupun malaikat melainkan hanya orang biasa yang dapat membuatnya merasala lebih baik . Berjalannya waktu dia sadar bahwa cinta suci bukan untuk seorang pangeran tetapi untuk orang yang memamng benar-benar tulus menjaga kesuciannya. Tidak mudah untuk menemukan sosok seperti ini, butuh waktu yang begitu lama untuk menemukannya. Dia hanya berharap semoga apa yang telah ditemukannya sekarang menjadi sebuah cinta suci yang sudah impikan. 


 Just For You 
Amiin, InsyaAllah Semoga Allah merestui itu.

0 komentar:

Posting Komentar